Aatsimun

September 11th, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

sang pendosa. itulah aku. aku yang selalu berbuat dosa selalu menambah dosa setiap hari.

kontempelasi akhir ramadhan

September 9th, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

saya sanga sedih sekali, aklo tidak boleh dikatakan sedih ata perginya bulan ramadhan kali ini, sebabnya tiada lain tiada bukan karena aku meras ini adalah ramadhan terburuk saya sepanjang hidupku. aku tak tahu apa sebabnya. akuy tak tahu bagaiman ini bisa terjadi ?. tapi yang bikin aku menyesal adalah karena aku tahu bagaimana solusiaya TAPI AKU TAK MELAKUKANNYA ?! itu yang bikin aku sedih tak terkira. bagi pandangan orang lain aku adalah orang yang paling sukses setidaknya dilihat dari kacamata bahwa aku adalah mahasiswa LIPIA, akan menjadi seorang bertitel Lc. pandai bahasa arab, bacaa qurannya mantap, sering ngisi ceramah, motivasi, training, pengajian, mulai dari bapak2, ibu2, hingga anak2 tapi ketahuilah dunia aku gagal. aku adalah makhluk yang palking durjana. aku adalah si penasehat yang butuh nasehat. seluruh program ramadhan ku gagal. aku payah, gak tahu kenapa tapi ini jelas nggak baik. dosa-dosaku sngat sangat banyak mulai dosa mata yang melihat apa yang tidak halal baginya, mulut yang digunakan untuk mencela dan memfitna serta berdusta, hati yang tak tenang, jauh dari iman dan enggan berdekatan dengan shalat wirid dan pujian, kemaluan yang tidak terjaga kesuciannya. pikiran yang tdak digunakan dengan semestinya. malu awak sama Allah kawan. Malu awka sama Allah. nggak berhak saya rasanya mendapat rizki dan nikmat sebanyak ini dengan zeor syukur. aku, aku, aku tak tahu lagi kesalahan apa lagi yang kan kulakukan benar kata orang Pagi beriman siang amnesia sore beriman malam lupa lagi. Ampuni aku Ya Allah. sungguh mengerikan jika manusia tahu manusia selalu diuji, karena terbayang dibenakku kegagalan. sedih mendengar bahwaa manusia sealuy berdosa, karena takut aku yang terjerembab kedalamnya. sedih jika tahu manusia itu tempatnya dosa, karena aku khawatir aku akan jayuh dan jatuhlagi, sedih rasanya jika tahu bahwa dipintu surga ada segudang cobaan dan pedih hati ini jika tahu didepan neraka ada sebukit gunung kenikmatan

boong ya ?

September 3rd, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

Berbohong mungkin sudah menjadi salah satu sifat alamiah manusia. Meski, setiap orang, termasuk Anda sendiri pasti tak suka dibohongi, betul bukan? Nah ternyata, orang yang berkata bohong bisa dikenali ciri-cirinya.

Pertama, lihat bagaimana ia berbicara. Orang berbohong dapat diketahui dari perubahan suara. Para ahli mengatakan untuk memastikan orang tersebut berbohong atau tidak, Anda harus lebih memperhatikan cara bicara orang dan pola bernafas. Jika orang tersebut tiba-tiba merubah nada suaranya dari cepat ke lambat, itu berarti Anda tidak mendapatkan seluruh kebenaran yang ada.

Kedua, perhatikan apa yang ia katakan. Pembohong cenderung menghindari kata eksklusif seperti “tapi,” “atau,” “kecuali,” dan “sementara.” Mereka mengalami kesulitan dengan proses berpikir yang kompleks. Pembohong juga cenderung tidak menggunakan kata-kata “Aku,” dan “milikku.” Mereka berupaya untuk menjauhkan diri secara psikologis dari cerita-cerita tingginya.

Ketiga, perhatikan cara ia tersenyum. Anda mungkin berpikir menyamarkan perasaan Anda yang sebenarnya mudah dilakukan dengan bantuan tersenyum. Namun, ekspresi yang tergambar di wajah Anda mengambarkan perasaan Anda. Senyuman yang dikeluarkan oleh seorang pembohong mungkin untuk menutupi kebohongannya. Senyum yang tulus akan menggabungkan kedua bibir seseorang dan mata.

Keempat, perhatikan “bahasa tubuhnya”. Ini lebih penting untuk memeriksa seluruh sikap seseorang. Kejujuran ditandai dengan fitur yang sinkron dengan satu sama lain- jadi selain postur, perhatikan kesesuaian antara wajah, tubuh, suara, dan kata-katanya.

Kelima, apakah ia bersikap seperti biasanya? Para ahli percaya perubahan dasar seseorang menjadi faktor “X” yang menandai tentang kejujuran seseorang. Anda harus mempertimbangkan tingkat pembicaraan, nada suara, postur, dan gerakan tangan terhadap apa yang biasa Anda ketahui, bersamaan dengan situasi.

Nah.. jadi jangan suka berbohong, karena bisa jadi lawan biacara Anda sudah memahi teori tentang ciri-ciri orang yang berbohong.

Facebook, haramkah ?

September 1st, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

Facebook ku sayang, Facebook ku malang

Didalam bukunya, Fikrul Islam, yang kemudian diterjemahkan ke banyak buku, diantaranya, Refreshing Pemikiran Islam dan Bunga Rampai Pemikiran Islam, syeikh Muhammad Ismail, menulis dua babakan tulisan yang menggelitikku untuk mengurainya dan menyampaikannya kepada kalian semua. Yang pertama tentang Hukum Perbuatan dab kedua, tentang hukum benda. Mungkin banyak diantara kalian bertanya apa latar belakang saya menuliskan ini, tapi percayalah, kalian sering terjebak dalam dua hukum ini dan anda tidak bisa membedakannya.
……………………..
1.Hukum Perbuatan.
Di dalam kitab tersebut, Syeikh ismail menyebutkan kaidah hukum perbuatan, yang berbunyi :
الأصل في الأفعال التقيد بأحكام الشرع
“al ashlu fil af’aal atTaqoyyud”
Artinya : hukum asal dari perbuatan-perbuatan adalah terikat, terikat dengan apa, tentu saja dengan hukum syara’. Ini yang sering keliru, pasalnya banyak yang mengatakan asal perbuatan adalah serba boleh alias, mubah, dan Haram, semua boleh dilakukan. Artinya selama perbuatan itu tidak ada yang mengharamkannya jalan terus. Sepintas kaidah ini tampak benar, dan sering digunakan oleh kaum muslimin, “eealah atase gak onok sing ngalarang ae” ,”gak papa boleh kok kan gak ada yang ngelarang” dan banyak lagi ucapan lainnya yang bernada demikian. Seakan-akan kita dibolehkan untuk melakukan sesuatu, having fun, disco asal gak mabuk-mabukan, pacaran, dan laen-laen. Na’udzubillah mindzalik.
Akhirnya, mereka ajojing aja ketika nerapin sistem demokrasi, permisiv, liberal, sekularisme, dengan alasan islam kan gak ngelarang ini. Mereka seenaknya saja ngelakuin semua hal yang mungkin dilakukan dengan alasan “kan boleh ?”. Kan gak ada yang ngelarang ?
Sepintas mereka tampak benar, tetapi pada dasarnya, pendapat mereka ini berbahaya, karena mereka bisa melakukan pembenaran atas kelakuan mereka, seperti membenarkan kemaksiatan mereka. Padahal Allah berfirman :
فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ () عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ ()
Artinya : Maka demi Tuhanmu, pasti kami akan menanyakan (menghisab) mereka tentang apa yang mereka kerjakan. ( QS : Al Hijr : 92-93)
Allah didalam kalamNya, menegaskan pada kita tentang pastinya hisab di hari kiamat dari perbuatan yang kita lakukan, semua perbuatan, sekecil apapun pun itu akan ada balasannya.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ () وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ ()

Artinya : Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS : Az Zalzalah : 7-8 )
Maka dari itu, sungguh tidak masuk akal, kalau perbuatan yang nantinya Allah tanyak ada kita tidak ada status hukumnya. Semua memiliki status hukum hanya saja kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita tidak mau sungguh-sungguh mencarinya. Padahal Allah telah menurunkan Alquran sebagai seperangkat hukum yang menjelaskan segala sesuatu.
وَلَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ آَيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَمَا يَكْفُرُ بِهَا إِلَّا الْفَاسِقُونَ
Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik. (QS Al Baqarah : 99 )
Dengan demikian jelaslah sudah bahwa Al Quran, juga sumber hukum laiannya, seperti Sunnah, Ijma’, dan Qiyas telah menjelaskan pada kita semua hukum perbuatan tanpa terkecuali. Tidak ada yang luput darinya. Kalaupun masih ada hukum yang masih belum dijelaskan dri sumber hukum tersebut bukan berarti tidak ada. Masih ada satu pintu, Ijtihad dari Mujtahidiin untuk mencarinya. Bukan seenaknya saja bilang Mubah.
Padahal secara yang kita tahu, mubah, adalah salah-satu macam hukum syara’ selain Fardhu, sunnah, haram makruh. Artinya : jika dikatakan mubah, maka harus ada dalil yang menunjukkan kemubahannya. Begitu juga yang lain, fardhu, sunnah, Haram, makruh, haru ada dalil juga yang menunjukkan hukumnya. Dengan kata lain, sebelum ada putusan hukum tentangnya maka status hukum suatu perbuatan adalah tidak ada, alias bukan mubah, bukan juga haram.
Dan yang kita harus pahami, bahwa setiap perbuatan kita itu terikat dengan hukum syara’, terikat dengan syariah. Hal ini dicontohkan para shahabat ketika. Mereka tidak mengetahui hukum sesuatu, mereka menanyakan status hukumnya kepada Rasulullah. Pertama karena mereka Paham bahwa perbuatan itu terikat dengan hukum syara, Kedua karena para shahabat tidak sok tahu dengan mengatakan “ooh ini boleh …”. Karena, seandainya asal perbuatan itu mubah, pastilah mereka tidak akan bertanya kepada rasulullah.

2.Hukum Benda
Naah, disinilah sebenarnya konteks penempatan hukum asal itu mubah dan Haram. Di salah satu kaidah yang disebutkan di Kitab Fikrul Islam,
الأصل في الأشياء الإباحة
Artinya : Hukum asal dari benda(segala sesuatu) adalah mubah, sampai ada dalil yang mengharamkannya.
Pada titik ini, akan tampak jelas letak penggunaan kaidah asal dari segala sesuatu adalah boleh. Karena, konteks yang temapat untuk kaidah tersebut memang terdapat pada hukum benda. Secara sederhana, didalam Alquran ada kebolehan untuk menggunakan segala sesuatu secara umum.
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
Artinya : Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.(QS : Al Baqarah : 29)
Berarti ayat ini membolehkan segala sesuatu yang di bumi ini untuk kita manfaatkan tanpa terkecuali. Kita boleh makan apa saja, minum apa saja, memanfaatkan teknologi apa saja, bahkan internet sekalipun. Karena memang hukum asal dari segala sesuatu adalah boleh.
Akan tetapi di Alquran juga banyak disebutkan ayat-ayat tentang keharaman jenis-jenis benda tertentu. Misalnya :
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ
Artinya : Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. (QS Al Baqarah : 173).
Berarti, dapat ditarik kesimpulan, bahwa asal segala sesuatu itu boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya. Makan apa saja boleh, tapi kalo babi, darah, bangkai, tidak boleh boleh alias Haram.
Lalu bagaimana cara kita mengeimplementasikan hukum benda dan mana hukum Perbuatan ?
Saya ambil contoh yang dalam minggu-minggu terakhir inisempat ramai diperdebatkan di MUI. Hukum Facebook.
OK, sebelumnya, yang harus kita pahami, adalah Facebook sebagai Alat atau benda dan perbuatan pengguna Facebook. Pertama, Facebook sebagai benda, hukum awalnya adalah mubah, karena ia adalah alat yang sangat tergantung dari penggunanya. Facebook adalah benda netral yang memang berpotensi buruk dan baik, tergantung penggunanya. Kesimpulannya hukum awal Facebook adalah boleh. Titik.
Kedua, Perbuatan pengguna Facebook. Karena ini masuk dalam kategori perbuatan, maka jelas yang dipakai sebagai kaidah, adalah hukum awal perbuatan adalah terikat hukum syara’. Maka, ia akan berpotensi menjadi Fardhu, Sunnah, Makruh, Haram. Apa yang berpotensi ? perbuatan penggunanya, bukan Facebook. Secara sederhana, jika sang pengguna menggunakan Facebook untuk tujuan yang benar sesuai syara, maka perbuatan orang tersebut -yaitu : menggunakan Facebook- Bisa Fardhu dan Sunnah. Aka tetapi jika sang pengguna menggunakannya untuk tujuan yang diharamkan Syara’. Misalnya : Ajang jual “diri” , pamer “diri”, dan kemaksiatan lainnya. Maka hukum menggunakannya adalah Haram. Dan yang akan ditanya diakhirat nanti bukan Facebooknya tapi untuk apa kita melakukannya. Dengan kata lain perbuatan kita yang ditanya.
Contoh lain : Jualbeli adalah perbuatan yang dibolehkan syara’. Hukum bendanya, kita boleh menjual apa saja yang dibolehkan syara’. Akan tetapi, jika yang kita jual adalah narkoba maka jual-beli narkobanya yang haram, bukan hukum jual belinya. Karena akad jual belinya tetapi sah. Wallahu A’lam bishawab.

for what ?!

September 1st, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

Hello MOTO

(Buat Apa Menjadi Terkenal Di Dunia, Kalau Keluarga Terdekat Kita Tak Mengenal Siapa Kita …………………, AA’ Gym)

- Menjadi Penting itu Baik, Menjadi Baik itu lebih penting -

Sepucuk kalimat yang awalnya tidak begitu penting bagi si Ambisius, kini kalimat itu telah menjadi moto hidupnya . . . . . . .
Sebuah moto yang tertulis rapi disebuah sudut buku kenanganku semasa SMA, moto yang mengguratkan arti kedamaian dan kesederhanaan hidup itu rupanya akan menghordeni hatiku berpuluh-puluh tahun mendatang. Betapa tidak, sebuah moto yang kuanggap sangat inferior, yang menunjukkan lemahnya ambisi yang menguntaikannya, yang menunjukkan betapa tidak bergunanya ia, dan betapa keliru prinsip hidupnya. Masa’ dia nggak mau namanya terlukis dalam sejarah peradaban manusia. Masa’ menjadi terkenal itu nggak penting. Yang jelas saya nggak ingin hidup dan mati saya hilang begitu saja ditelan tanah 1 kali 2 meter terlupakan dan dilupakan dunia. Bahkan Achiles, dikisahkan dalam Troy, ia harus menunggu waktu yang tepat untuk membunuh Hector, Pangeran Troy, padahal sejatinya ia bisa membunuhnya saat itu juga. Karena apa ? dia ingin tercatat dalam sejarah.
Itulah angan yang terus menggelayuti visi hidupku, aku terus mendengung untuk mencari cita-cita yang tepat yang bisa membawaku dalam sejarah emas peradaban. Bagaimanapun caranya ? dengan berkorban apapun. Aku dulunya begitu ambisius untuk menjadi serba terbaik, menjadi yang paling awal, menjadi yang paling sempurna. Saya tidak bilang kalau itu tidak boleh, justru bagus sekali, tetapi ketika kita fokus pada hal itu, yang sering kita korbankan adalah keikhlasan kita. Mengapa ? karena kita kadang kala ketika kita begitu ambisius pada tujuan kita, khawatirnya jika si ambisius tersandung masalah yang pelik, maka ia akan lebih memilih berkompromi. Misalnya aku, ketika aku memiliki tujuan untuk berangkat ke Madinah, untuk melanjutkan studi disana, ada beberapa gangguan yang menghambanya. Karena aku begitu ingin kesana, aku sampai akan berkompromi. Kompromi apa ? sebenarnya masalahnya apa ? anda tahu, kalau kerajaan Saudi begitu represif pada gerakan islam, ketika aku akan kesana, dan aku adalah orang gerakan, bagaimana nasibku disana ? Idealnya, saya tidak akan berhenti menjadi orang gerakan, dan terus berdakwah disana, jika tertangkap paling hanya dipenjara, disiksa sedikit, kemudian dipulangkan kenegara orang lain. Tetapi itu semua, akan melenceng dari targetku, targetku adalah lulus S1, S2, dan S3 dari madinah. Dan kalau aku berdakwah, baru dua hari aku akan dijebloskan kedalam sijjiin (penjara), OK, aku akan berkompromi, aku akan berhenti berdakwah, kebenaran aku sembunyikan, sampai aku lulus. Tapi bagaiman aku bisa melakukannya. Itu, itu, sangat berlawanan dengan jiwaragaku yang sudah terasuki dakwah.
Tapi tidak lantas keinginanku berdakwah di Madinah berhenti, Cuma aku akan Fokus pada apa yang bisa aku lakukan sekarang. Aku akan berkonsentrasi untuk melakukan hal terbaik yang bisa aku lakukan hari ini. Karena, esok sudah tidak mungkin. Ingat kan generasi waktu tingkat lima ?. dan jalan ke Madinah masih aku tempuh sambil mencari solusi. Kalau pun tak bisa, aku masih bisa kuliah disini, lalu ketika aku sudah matang aku akan ke Madinah, bukan sebagai thullab(mahasiswa) tapi sebagai juru dakwah yang Fokus dan Hebat layaknya Mushab bin Umair. Karena bagiku, Madinah tetaplah madinah yang harus dihijaukan dengan opini Khilafah. Dan Pada saat itu aku akan siap untuk menjadi orang terbuang yang akan terbuang dari sejarah. Menjadi santapan gagak ditengah gurun, dilupakan, karena bagiku bukanlah tinta sejarah yang kukejar, tetapi pengakuan tuhanku, bahwa Ia telah menciptakan manusia yang baik.
Menjadi terkenal memang keren, tetapi berapa banyak sahabat, keluarga, saudara, teman, dan orang lain yang mati sebelum Achiles dikenang dalam sejarah. Berapa yang harus dikorbankan Napoleon sebelum ia menghiasi lukisan sejarah. Berapa dan berapa ? bukankah seorang panglima Roma, …………… habis berjuta jiwa sebelum berhasil menyatukan eropa dibawah kekuasan Roma. Bukankah perlu orang yang tidak dikenal untuk menjadi terkenal.
Oleh karena itulah, kontempelasi diriku saat ini terfokus pada apa yang disebut manusia baik, bukan manusia terkenal (Asyharu anNas), bukan manusia penting (Ahammu anNas). Karena, aku ingin, ketika aku mati, keluargaku, orang terdekatku merasa kehilangan manusia yang telah berbuat baik kepada mereka, bermakna bagi perubahan keluarga dan masyarakat sekitar, dan yang terpenting dianggap sebagai manusia yang bisa membawa perubahan Pola Pikir & Pola Sikap(syakhsiyah) pada keluarganya. Betul kiranya ucapan Aa’ Gym, “Apa Gunanya Mengubah Orang Lain, Menginspirasi Orang Lain, Kalau Keluarga Kita Saja Tak Mengenal Kita”.
Akhirnya, aku tetapkan diriku untuk Fokus pada hal terbaik yang bisa kulakukan hari ini, yang sesuai dengan Kompas hidupku, Islam dan yang sesuai dengan peta Hidupku, yaitu menjadi Manusia yang Baik, itu saja. Karena memang untuk itulah kedua orang tuaku memberi nama saya, Choiru Annas.
(Orang Fokus)

beda ?!

September 1st, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

Beda SBY, Prabowo dan Rahmat Kurnia

2 juni 2009
-tatkala aku mengambil air wudhu, dan bersimpuh di mihrabNya, semilir angin pagi hari ini menggodaku untuk memujiNya, subhanallah yang telah menciptakan angin surga buat hambaNya, buat semua, tak terkecuali-

Dalam kontempelasiku, hari itu, pagi itu, cahaya pagi menyadarkan aku untuk segara berpijak pada hari ini, untuk Fokus pada amal sholih apa yang bisa kukerjakan hari ini. berbuat baik, tidak, yang terbaik bagi umat. Karena aku takut, jika pagiku terbuang sia percuma tak bertindak apa bagi kaum muslimin, Rasullullah kan mengutukku, kutukan tajam, yaitu : “barang siapa di pagi harinya tidak memikirkan permasalahan kaum muslimin maka ia bukan golonganku . . . . .”. oleh karena itu, aku ingin menulis, menulis, menulis.
Angin surga, semua ini tentang angin surga. Dalam sebuah acara di televisi kemarin terjadi perbincangan hangat tentang siapakah sebenarnya yang memberi angin surga ? perbincangan angin surga ini bermula dari gagasan Prabowo Subianto, pembina parte gerinda. Didalam orasinya, kampanyenya, iklannya, dia selalu meyebutkan bahwa indonesia sebenarnya negeri yang kaya raya, tanah pertaniannya luas, sumber daya alam melimpah, dan segenap kelebihan alam indonesia, tetapi mengapa rakyat indonesia malah miskin, petani susah dapat pupuk, kelaparan, pekerjaan susah, dll. Kemudian disalahsatu iklam mutakhirnya doi juga menyebutkan, bahwa pemerintah punya anggaran 19 triliun, tetapi semuanya untuk orang kaya, untuk mambantu bayar listrik hotel-hotel mewah, untuk untuk untuk kepentingan konglomerat saja dan iklan itu diclosing dengan tawaran,”pilih 19 triliun untuk rakyat atau untuk konglomerat ?”
Nun jauh disana rumah SBY kebakaran, ia tidak terima dengan iklan itu, kemudian dibalaslah iklan itu dengan komentar kurang lebih demikian, janganlah kau beri angin surga buat rakyat, janji-janji manis seperti itu, lihatlah saya yang terbukti suka membantu rakyat kecil ……”
Pertanyaannya : Siapakah sebenarnya yang telah memberi angin surga buat rakyat ? Apakah Prabowo dengan gagasan pro rakyatnya ataukah SBY dengan bukti-buktinya ? memang seorang calon presiden hanya bisa memberi janji-janjinya, lha iya karena memang ia belum pernah jadi presiden mau ngasih bukti apa. Kemudian, presiden inkemben, dalam kemben, incumbent, tentu membalasnya dengan segudang buktinya. Akan tetapi, sejatinya semua janji-janjinya harus dicermati dengan kerangkan politik yang menyeluruh. Bahasa sederhananya, lihat backgroundnya. Seperti prabowo, ia adalah Kostrad dan menantu Soeharto tetapi dari dua jabatan itu ia sama-sama dipecat. Walhasil ia alih profesi jadi pengusaha di Yordania. Karena kedekatannya dengan raja Yordan ia dapat mengembangkan usahanya, hingga kabar terakhir menyebutkan harta kekayaannya mencapai angka fantastis 1,7 Triliun ! nilai kekayaan yang memasukan namanya dideretan atas nama-nama orang terkaya di republik ini, selain itu nilai kekayaanya mengukuhkan ia sebagai Cawapres terkaya dibanding lain-lainnya.
Lain prabowo, lain lagi SBY, ia adalah sosok yang dibesarkan media, iadidukung oleh para sarjana Ahli komunikasi publik, walhasil sejak pertama kemunculannya di awal-awal 2004 sampai sekarang ia mempunyai citra yang bagus di masyarakat, ia digambarkan seolah-olah sebagai sosok yang didzalimi Presiden waktu itu Megawati, terus sebagai sosok yang kalem, kasep, berwibawa dan hati-hati. Ia adalah Presiden dengan nilai kekayaan paling sedikit berkisar 40 milyarlah. Ia juga digambarkan sebagai sosok yang tidak paham cara korupsi sehingga meski lima tahun berkuasa hartanya masih pas-pasan.
Kemudian, jika pertanyaan itu kembali pada anda, siapakah yang sebenarnya memberi angin surga ? pasti anda bingung. Karena di pertanyaan awal saya tadi pasti banyak diantara anda condong ke Prabowo karena programnya yang wah dan pro rakyat banget, sedangkan sby BBM naik 3 kali meski akhirnya turunnya 3 kali, padahal, ini rahasia kita-kita aja ya, bbm naik dan turunnya itu sebenarnya karena harga minyak dunia yang turun. Ya wajar lah. Justru pemerintah yang gak wajar, seharusnya BBM itu bisa turun lagi, tapi ampek sekarang gak ada tanda-tanda mau nurunin lagi. Kemudian, dipertanyaan saya yang kedua, anda mungkin condong ke SBY soalnya di itu presiden yang santun, yang hartanya juga gak banyak-banyak amat, terus wajahnya itu loh yang bikin ibu-ibu kesengsem.
Tapi diatas itu semua, sebenarnya mereka berdua tidak akan membawa angin surga kepada kita, rakyat indonesia, berarti JK ya yang mbawa angin segar. Gak juga, pasalnya JK itu gabungan kedua presiden itu tadi, sudah hartanya banyak, programnya gak pro rakyat pula. Lha wong dia itu penguasaha ( penguasa dan pengusaha ) habislah harta indonesia dijualnya. Jadi ketiganya itu sama-sama gak pro rakyat. Kok bisa ? penjelasannya kita mulai dari SBY, terbukti dari sekian banyak parpol islam (idiih ngaku-ngaku) ternyata yang dipilih Budiono sang Kapitalis sejati, pahlawan penjual BUMN dan tukang ngutang ke ADB,IMF, dan World Bank, yang kalo diitung-itung utang kita –gara gara dia dan kroninya- perkepala rakyat indonesia sekarang dikenai utang 104 juta baru utang indonesia lunas (sumber ————) maka dari itu sekarang SBY akan jatuh perolehan suaranya karna salah pilih, eh salah maaf, SBY ini memang gak bisa milih coz doi disuruh milih Budiono oleh AS, juragannya. Bayangkan jika SBY Berbudi ini jadi, bisa bisa tinggal SBY (surabaya) saja, tanah milik indonesia.
Kemudian Prabowo, meski gak ada hubunganya kekayaan dia dengan keinginannya jadi Capres, ia lho di itu ngotot sebenarnya jadi capres, kayak peristiwa Teuku Umar itu. Masak, dia yang gerinda hanya punya 5 persenan suara mau nggandeng PDI yang punya 19 persenan suara biar jadi cawapresnya. Prabowo ini kuat lho, ngeyel dia, karena dia memang punya dekengan, yaitu Inggris. Taruhlah batas pendaftaran itu diundur 1 minggu pastilah PDI kalah dan nyerahi kursi Capresnya ketangan Prabowo. Ngomong-ngomong, inggris itu juga kan negeri penjajah, dia –secara diam-diam- gak mau kalah dengan Amerika, jadi lewat tangan Prabowo dia ingin memulai hegemoninya pada indonesia yang selama ini inggris gak sukses karena ada Amerika yang nguasai duluan. Jadi kayak pepatah, keluar dari mulut Buaya masuk mulut Harimau. Dan kata siapa dia pro rakyat, coba aja tengok berita di TV One tgl 26 atau 27 mei lalu, prabowo bilang dia itu ingin bilang pada pemerintah jangan terlalu KAPITALIS banget lah. Jelas ! kalo gak jelas juga, saya kiasin, kayak babi, kapitalis itu juga haram, jika kita bilang jangan terlalu kapitalis, berarti sebenarnya kita juga nggak kapitalis banget. Artinya ya tetep aja kapitalis, Cuma bedanya kalo dulu amerika sekarang Inggris.
JK ? tak ada beda, beliau rupanya akan menjadi sosok yang paling tidak diunggulkan dalam pilpres ini, soalnya, jika kita melihat dinamika partai golkar, berapa banyak petinggi partai yang sebetulnya tidak setuju dengan dengan pencapresannya, kemudian, JK rupanya orang yang ambisius, tak trampil bicara, dan backgroundnya sebagai pedagang, menjadi sosok yang paling tidak diminati oleh AS sang penentu Pemilu. Mengapa ? karena jika dikalkulasi, kerugian amerika lebih banyak jika ia mendukung JK, coz rakyat sudah tahu watak pedagang JK, dan sangat mudah ketahuan kalo JK dipasangkan budiono mereka berdua akan menjadi sosok Pedagang dan ekonom neolib yang sangat dibenci oleh rakyat, jika capres dan cawapresnya diberi rakyat, matilah amerika . . . !
Walhasil, sebenarnya, ketiga pasangan capres-cawapres ini tidak akan pernah membawa angin surga bagi bangsa ini, terlalu mengkhayal !. satu-satunya sistem yang mampu membawa angin surga adalah sistem yang memang berasal dari pencipta surga … ALLAH Subhanhu Wa Ta’ala. Satu-satunya sistem yang dibawa oleh rasulullah sang Panutan kita, yang dengan sistem itu masyarakat jahiliyah dibawa kepada nur, cahaya. Sebuah sistem yang turun dari surga, yang tentu kedatangannya akan membawa angin surga bagi kita semua. Sebuah sistem yang disebut Daulah Khilafah Islamiyah yang berjalan diatas metode kenabian.
…………………………
… 30 mei 2009 disebuah gedung, Unair, Ust. Rahmat Kurnia, ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia mengatakan, “kemarin, saya menawarkan buku “manifesto Hizbut Tahrir untuk Indonesia kepada 3 pasangan Capres, dan Luar biasa ! mereka semua menolak ide Khilafah ! ” ……

(Sang Pendengar Setia)

manajemen waktu generasi lima, adakah ?

September 1st, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

Teropong dan Manajemen Generasi Lima

Senin, 01 Juni 2009
Perlu waktu bertahun-tahun bagi saya untuk menemukan tingkat berikut dari manajemen waktu generasi empat (4). Karena, menurut saya, apa yang telah disampaikan oleh ………………… dalam bukunya “seven habits of highly people” mengenai 4 macam generasi waktu sudah sempurna. Akan tetapi, ternyata, setelah saya mencoba untuk berpindah, ada kendala dan kesulitan. Memang, saya, ketika mempelajari buku itu, manajemen waktu saya sudah mencapai perbatasan 2 dan 3 dan saya hanya butuh waktu beberapa bulan untuk kemudian mencapai manajemen enerasi 3 dan berbulan kemudian masuk generasi 4. dan di situlah saya menemukan kesulitan, di generasi empat saya seolah kehilangan fokus pada program menuju tujuan, hari-hariku dijalani tanpa fokus dan generasi empat membuat jalan mencapai tujuan semakin lambat.
Ok, saya mencoba untuk bertahan, untuk selalu memperbaiki, akan tetapi hal itu semakin membuatku memahami tentang kemungkinan adanya generasi manajemen baru, yaitu : manajemen waktu generasi lima !
Saya terus tergoda untuk berpikir bagaimanakah gnerasi waktu tingkat lima itu, apakah hanya perlu ditambahi sedikit konsep dalam generasi empat atau justru ada konsep baru. Dan sampailah saya pada kesimpulan, generasi empat hanya perlu di tambahi satu konsep.
Mungkin kita semua tahu apa itu Fokus atau konsentrasi, dan di generasi empat anda hanya cukup untuk fokus pada hari anda dan tujuan akhir anda, kemudian yang terpenting, ada satu konsep lagi yang harus masuk dalam jajaran prinsip hidup anda, yaitu : anda tidak tahu apakah besok anda masih ada atau tidak. Dengan dibekali keyakinan itu, saya percaya semua orang akan produktif di hari terakhirnya. Ia memang punya tujuan, tetapi ketika ia menyadari bahwa esok hari dia ada atau tidak, hidup atau mati, disitulah seorang manajer waktu akan menyadari betapa perlunya ia untuk sedekat mungkin dengan tujan akhirnya. Disitulah seseorang akan menjadi produktif dan produktif. Ia akan menjalin hubungan yang dulu kandas, ia akan benahi lagi struktur relasinya, dan yang paling penting ia akan benahi semua urusannya yang terkait dengan boleh tidaknya hal itu dalam prinsipnya. Contoh mudah : ia seorang muslim, ia pengusaha, di konsep generasi lima ia akan membenahi seluruh aspek bisnisnya agar sesuai dengan tuntunan islam, karena ia sadar ia tidak tahu apakah esok ia hidup atau tidak.
Dan yang terpenting, konsep ini juga bisa mendekatkan kita pada teori kebutuhan. Mungkin kita pernah mendengar, kalo teori motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu memiliki 3 tingkatan, yaitu : ingin(mood), harus, dan butuh. “ingin” ini adalah motivasi yang lemah, karena jika ia sedang mengerjakan sesuatu kemudian di tengah-tengah ia kehilangan moodnya maka pekerjaan itu akan dikerjakan setengah hati bahkan diringgalkan, “harus” ini adalah tingkat kedua dari motivasi seseorang, ketika seseorang itu mengharuskan dirinya untuk mengerjakan sesuatu maka bisa dipastikan tugas itu akan selesai tetapi kelemahannya, kualitas pekerjaan itu tidaklah sebaik dalam kategori yang selanjutnya, yaitu “butuh”, mengapa ? karena ketika ia butuh melakukan sesuatu maka ia akan kerjakan itu sepenuh hati, dan outputnya juga maksimal.
Nah, generasi waktu yang kelima ini, dapat mengarahkan kita untuk beramal atau bekerja pada kategori “butuh”. Misalnya : ketika anda tahu bahwa umur anda tidaklah lama, maka anda akan mengerjakan segala hal dalam kategori “butuh” karena anda tahu bahwa mengerjakan itu adalah kebutuhan sebagai bekal menghadapi esok. Generasi lima ini juga menggunakan mercusuar, kompas dan peta. Mercusuar adalah sunnatullah yang tidak dapat dilanggar, kompasnya adalah prinsip anda dan petanya gambaran cita-cita anda. Tetapi bedanya, generasi lima juga menggunakan “teropong”. Teropong inilah yang saya maksud dengan konsep “tidak ada hari esok” gambarannya seperti seorang nahkoda kapal yang sudah membawa peta dan kompas, tetapi jika ia tidak menggunakan teropong untuk melihat keadaan sekitar dengan jelas, maka dapat dipastikan ia tidak dapat sampai pada tujuan dalam keadaan HIDUP. Siapa tahu keadaan lautan, siapa tahu gunung es, siapa tahu dangkalan, siapa tahu, karang kalau bukan teropong. Maka dari itu teropong bagi nahkoda dan konsep “tak ada hari esok” bagi manager adalah sama. Keduanya diperlukan untuk menghadapi kesehariannya dilautan bagi nahkoda dan didunia nyata bagi manager.
Oleh karena itu, prinsip teropong ini akan membuat kita selalu fokus dalam menjalani hidup dalam keseharian kita. Kita fokus 100 % untuk hari ini, fokus untuk sedekat mungkin dengan tujuan, karena kita tidak tahu apa yang terjadi esok ? bahkan nahkoda sekalipun.(Sailor of Java sea).

PHILHOSHOPHIPHOKHUS

September 1st, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

PILOSOPIPOKUS
Ketika matahari malu-malu mengintip di ketiak langit timur. Aku, yang sudah bau ketiak karena dari maren sore belon mandi, coba-coba nongkrongin kompi yang udah mulai pikun krn ksringan dipake’ ngegame g pernah buat mikir serius. Persis ama yang punya, emang sapa yang punya ? nggak tau tuh, tangga sebelah mungkin . . q coba ngobrol dengan kompi q tentang masa depan kami cieee kayak ngobrol sama sapa aja. Gak kok qta ngobrolin ttg masa dpn Pokus. Aq yg udah mulai g betah lg duduk di kursi panas ini nyoba mikirin alternatip gmn klo pokus mulai thn ajaran bau gnti posisi aja aq jadi pembina, pembna jad anggota, anggota jadi makhluk jadi-jadian he he. Pasalnya sih sedrhana, q punya masadepan yang q gak ada hbungannya dengan sidoarjo. Aq mo kejakarta, mo nanya sama sby, es bisa nggak ini negara jd jadi nega ra bener klo gak sini biar q gantiin, entar q ganti sistemnya jd sistem islam, nah itu kan butuh waktu yg g sebentar, otomatis q gak bisa ngurusin Pokus, jd Pokusnya biar kalian aj yg pegang.
Tapi sama temen-temen q dilarang, katanya jangan, Pokus ini khan udah berjalan hmpir 4 tahun, en antum yang paling paham suka dukanya, kok antum malah tinggal pergi, qta gimana ? q gak bisa hidup tanpamu (backsound : musik kal ho naa ho). Padahal, seluruh peralatan Pokus itu dah q serahin, mulai tanah 400m2 milik Pak Njoto, gedung 250 m2 milik deso, dan stempel Pokus plus uang 1500 perak sisa fotocopy acara Pas. Akhirnya kurungkan niatku, krn setelah aq pikir-pikir bener juga, selain krena aq mash blm punya ongkos ke jakarta, juga karena aku masih rindu pada kalian terutama yang “*******” (backsound : watuke tukul”). Juga karena aku satu-satunya yang memahami PILOSOPIPOKUS. Lidzalika(oleh krn itu) sebelum aq pergi izinkan saya . . . .untuk memahamkan PILOSOPI ini.
POKUS adalah serumpun huruf yang menggoda saya sadari dulu. Dia aneh, hanya lima hurup tapi karenanya Rasulullah sang Panglima bs menaklukkan 1000 pasukan quresy. Anda tahu monyet, julukannya kan Bedes Kures mngkin Kures itu diambil dari orang kapir quresy. Karena lima hurup itu, Andrea Hirata bisa sampe Sorborn nulis nopel laskar pelangi 4 jilid, edison nemuin sepeda edison, eh lampu ding, karenanya juga kaum kafir penjajah bisa menghancurkan, melumat, mencabut, institusi Khilafah tahun 1924, dibenak kaum muslimin, bahkan sebegitunya, ada yang ampek ngeri ndengerin aja. POKUS ini sebenarnya milik siapa sich ? q bertanya dlm hati. Dia begitu kuat, fantastis, berenergi, dan mampu membalikkan pandangan miring orang yang “miring”.
Lima karakter yang menusuk relung hatiku untuk selalu mengingatnya, untuk selalu mendengungkannya, untuk selalu memikirkannya, dan melakukannya. Sedikit narsis, karena lima karakter dan bantuan Dzat idolaku, gelar Mumtaz (exxelen, excelent,exselent,exsilent, eh ngomong-ngomong nulis excellent itu gimana ya ? ya pokoknya istimewalah kata orang jerman bilang. Dan gelar itu q dapat dari bahasa arab, bahasa yang bangku pesantrennya dari kecil belum pernah aku makan itu. Denger-denger sich kang Pajar itu pernah makan bangku pesantren, makana dia pinter, tapi ati-ati, kalo dia antep meja sampe sakpesantrennya pun bisa keluar dari mulutnya. Becanda mas, piiis, Apwan.
Kekuatan POKUS yang oleh Anthony Robbins pun harus sediakan 400 hal hanya untuk bahas lima huruf itu POKUS. Oleh karena itu sebegitu pengaruhnya POKUS ini sampe saya bercita-cita jika satu saat aq bikin organisasi kuberi nama dia POKUS. Nah keturutan deh. Seperti ibu ngasih nama anaknya, tentu ia berharap kalo anaknya nanti tika tumbuh besar ia bisa ngewujutin namanya. Karena itu jualah saya dilarang pergi, masak anaknya baru bisa jalan, sudah ditinggalin, gimana nanti kalo dia jatuh, luka, dan sakit, apalagi kalo sampi di”curi”. Nanti dikira sulapan. Moro-moro ilang cluing !!
Lidzalika, saya, anas, sang pemburu sejati, wiih keren, bukan, maksudnya suka jadi buruh ^&*%$. Menginginkan, kalo nantinya POKUS ini bisa menjadi organisasi yang bener-bener POKUS, pisi dan misi yang POKUS, tujuannya terPOKUS, kegiatan yang POKUS, namanya juga POKUS, institute lagi. Lidzalika, saya bertekad untuk melihat untuk terakhir kalinya kekuatan POKUS. Hikss sampe mau nangis ya.
INTERMISSION
Saya minta maap kepada kalian semua, wahai putra-putri orangtuanya masing-masing jika saya, dan POKUS selama ini masih gak POKUS, percaya deh saya sekarang dah sembuh, kemarin tika ada isu flu babi aja saya gak disuntik, eeeeeh awas ya kalo bilang saya juga disuntik . . .he he …
Karena apa, karena saya sudah menemukan konsep ampuh manajemen generasi lima “baca diartikel lainnya:Teropong dan Manajemen Generasi lima”.
Wahai kawan, kekuatan POKUS itu dapat anda cerap, serap dan terapkan dalam kehidupan anda. Keinginan saya, agar setiap kalian ingat POKUS anda akan teringat tentang pentingnya konsentrasi, tentang penting kaki berpijak pada hari ini, bukan setengah berpijak di hari ini, setengahnya lagi berpijak dimasa depan, anda akan jatuh percayalah, apalagi kalu kedua kaki kita berpijak pada esok, yang kalian aja tidak tahu apakah esok engkau ada atau tidak. Konsentrasi, tersenyum, hadapi harimu seperti kau hadapi akhir dari hidupmu. Bukankah seperti itu fakta waktu selama ini. Saya teringat ucapan Pak Sarnyoto, seorang alim di pelosok desa Sriti, Sawoo, Ponorogo, beliau menitipkan nasihat padaku, di hari akhir kepulanganku dari jaulah ramadhan, “ingatlah, kita, manusia, hidup diantara 2 batas waktu yang menakutkan, kemarin dan esok, kemarin karena kita tidak bisa mengulanginya, esok, karena kita tidak tahu apa yang terjadi !” sungguh kalimat itu sangat sangat menghujam diri saya, perkataan seorang petani miskin yang . . . yang . . . sangat mengagumkan, bahkan tokoh-tokoh dunia zaman sekarang aku ragu bisa keluar kalimat itu dari mulutnya.
OK, POKUS dan POKUS itulah intinya. POKUS qt harus tetap POKUS, sebagai usulan untuk prinsip hidup anda, masukkanlah POKUS, karena dengannya anda bisa menjadi apa yang anda inginkan, dan qta sebagai kaum muslimin, POKUS qta bukan mengubah yang rusak lewat parlemen dan demokrasi, karena itu nanti akan semakin rusak dan mengurangi POKUS qta dan juga karena Rasul gak pernah kerja sama dengan kekufuran untuk mengubah masyarakat, lebih baik POKUSkan arah gerak anda untuk mengikuti metode dakwah Rasulullah sang Negarawan yang mengubah keadaan jahiliyah kekeadaan yang islami lewat halaqoh-halaqoh kemudian mengubah dan mengarahkan perasaan dan pemikiran umat kepada islam yang dengannya nantinya kita bersama-sama mendapat amanat untuk melangsungkan kehidupan islam ini lewat daulah islamiyah yang telah dicontohkan bentuk dan aktivitasnya selama ±13 tahun di Madinah dan ±1300 tahun oleh para penerus pemerintahannya. Dan selama hampir 14 abad itu kenapa umat islam bisa jaya ? karena POKUS dan kenapa Khilafah runtuh tahun 1924 ? karena musuh 200 tahun lamanya terbukti lebih POKUS untuk menghancurkan.
Jadi untuk menegakkannya qta tinggal lebih POKUS daripada musuh islam. OK

(Olga Syahputra)

Nb :maap bukan krn g bs nulis F tapi di kompi q rusak klo buat nulis F apwan ya he he biar kalian lbh ingat aja sama qta. Tahu olga dia itu terkenal, salahsatunya krn g bs ngomong F pdhal q ngonangi dia bisa ngomong F. Ya qta mirip-mirip lah tp g mirip bencongnya.

OH YA AKU SERIUS LHO MAU KE JAKARTA UNTUK NEMUIN SBY

makna kemerdekaan

September 1st, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

Kepentingan Penjajah di balik Kemerdekaan Semu

Fokus.Institute@yahoo.co.id

Anas Irul, Mantan Paskibraka, Direktur Fokus Institute

Indonesia, 9 huruf yang sangat menentukan bagi keberlangsungan hegemoni negara asing. Indonesia –yang mayoritas penduduknya muslim- tidak akan pernah dilepaskan asing sebagai negara yang betul-betul merdeka. Terbukti, sejak proklamasi tahun 17 Agustus 1945, keberlangsungan negara ini tidak lepas dari campur tangan Asing. Bahkan kemerdekaanya sendiripun itu juga buah dari konspirasi asing. Walhasil, semenjak merdeka, indonesia hanya mengalami perubahan strategi penjajahan dari Fisik menjadi penjajahan ekonomi, politik, dan budaya. Tak salah jika John perkins dalam bukunya “confessions of economic hitman”, mengatakan Indonesia adalah salahsatu negara penting bagi mereka. Penting untuk dikuasai, penting untuk dikontrol, dan penting untuk dibuat tidak dapat meraih kemerdekaan hakiki.

Indonesia, adalah negara yang sangat strategis di mata mereka, selain menjadi lalu lintas dunia, karena diapit 2 benua dan 2 samudra, indonesia juga amat sangat kaya sumberdaya alam, bahkan kata Alm Gombloh, tongkat, kayu dan batu jika dilempar jadi tanaman. Menguasai indonesia adalah sumber kekayaan bagi mereka, memiliki kawasan pantai terluas didunia, hutan hujan tropis yang terluas kedua setelah amazon, dan kandungan bumi yang tak akan habis dimakan tujuh turunan oleh seluruh penduduk dunia. Maka dari itu, ditariknya putra-putri pertiwi untuk disekolahkan di Amerika, didoktrin pemikirannya, agar setelah mereka pulang ke indonesia, ia menjadi agen-agen komprador yang bisa membantu Amerika dan sekutunya, memindahkan kekayaan indonesia ke saku orang tuanya(amerika.red). contoh kecil, Budiono, selama karirnya di indonesia, ia berhasil mengkhianati kita dengan berhutang 1000 triliun + Indosat dan BCA ketangan asing. Dengan apa membayarnya, Jual BUMN.

Indonesia, dimata mereka bagaikan surga yang dihuni teroris, ia mengganggap bahwa umat islam di indonesia mempunyai potensi untuk bangkit dan mencuri(merusak) tatanan global. Indonesia berpotensi sebagai induk bangkitnya umat. Dengan jumlah umat islamnya, indonesia juga dikhawatirkan menjadi sumber tegaknya Khilafah yang oleh NIC (lembaga Intelegen Amerika) dikatakan bahwa tahun 2020 akan ada sebuah institusi baru yang bernama Chalipate. Oleh karena itu, dalam pidato mantan presiden AS, Bush, ketika ia mengumumkan War on Terorizm –yang sebenarnya adalah perang terhadap Islam- ia berusaha mencegah berdirinya Chalipate (ia menyebutnya berkali-kali). Dan indonesia adalah negara yang paling dikhawatirkan muncul sebagai negara yang menegakkannya, apalagi setelah diadakannya Konferensi Khilafah Internasional tahun 2007 lalu. Maka, tidaklah mengherankan, jika kamu muslimin terus digempur dengan berbagai isu macam penyesatan opini, penodaan agama, dan isme-isme yang merusak akidah umat. Indonesia, akan dibuat sedemikian rupa, supaya terus menerus mandul pemikirannya, mudah ditipu rakyatnya, korup pejabatnya, agar indonesia semakin rusak otak generasi, dan semakin mudah dikuasainya.

Oleh karena itu, di 64 tahun kemerdekaanya, Indonesia memerlukan sebuah jalan baru yang bisa membawa indonesia menjadi bangsa yang mandiri, yang dapat menyatukan negara-negara muslim lainnya. Yaitu, dengan menerapkan apa yang ditakutkan oleh Amerika, Chalipate atau Khilafah. Sebuah sistem manifetasi dari perintah Allah untuk berislam dengan kaffah, untuk menjadi khoiru ummah, untuk menjadi baldatun toyyibatun wa robbun ghofuur. Insya Allah indonesia yang merdeka, yang menjadi impian kita, akan terwujud. Amiin.

Rubrik Tafsir

September 1st, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar

Rubrik tafsir
Al Qur’an Al Kariim

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُون (البقرة : 272 )

“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)”.(TQS Al Baqarah : 272)

Didalam kitab atTaysiir fii UshulitTafsir yang disusun oleh Amir Hizbut Tahrir Syaikh Atho’ bin Kholil Abu Rusytah hafidzahullah dijelaskan :
1.sebelum dan sesudah ayat ini berhubungan dengan infaq tetapi Allah menyebutkan ayat ini, ayat yang seolah-olah tidak ada hubungannya dengan ayat infaq.

Dan menjadi hal yang ma’ruf dikaidah bahasa arab jika ada orang arab fasih yang berbicara dan ia menyebutkan satu kalimat yang tidak berhubungan dengan sebelum dan sesudahnya, maka kalimat itu menjadi maksud atau isi dari ucapannya. Dan orang arab ketika bicara dengan kaidah tersebut selalu menutupi hubungan(shilah) antara inti dengan kalimat yang diucapkannya. Dan tidak menjadikan hubungan itu jelas(soriih) dan tampak, supaya yang diajak bicara atau yang diseru diam sejenak dan berpikir untuk merenunginya dalam-dalam dan menemukan hakikat sebenarnya dan mengalihkan pandangannya kepada kalimat yang diucapkannya. Dalam bahasa arab kaidah ini disebut uslub badii’.
Dan seperti itu pulalah ayat ini, ayat yang sebelumnya berbicara tentang infaq kemudian diikuti dengan infaq tetapi ditengah-tengahnya ada kalimat yang tidak berhubungan tapi justru harus menjadi titik konsentrasi perenungan, yang harus ditadabburi dan dipahami apa maksud sesungguhnya dari ayat ini.
Dan dengan mentadabburi ayat ini, kita dapat memahami bahwa kita tidak bertanggung jawab atas hidayah manusia dan masuk islamnya seseorang. Karena kita memang tidak kuasa untuk memberi hidayah Allah pada manusia. Adapun yang hanya menjadi tugas kita adalah berdakwah, amar ma’ruf nahi mungkar, lalu jikalau mereka menerima dakwah kita itu adalah Fadhlu minallah yang hanya Allah saja yang mampu melakukannya.
(وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا)
Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk(TQS AsSajdah : 13)

Kemudian kita bertanya-tanya sekarang, lalu apa hubungannya(shilah) hidayah dengan infaq ?
Manusia pada dasarnya menginginkan sanak, teman, sahabat untuk masuk islam dan kadang kala mereka menggunakan hartanya untuk memaksa sanaknya agar masuk islam, karena itulah Allah melarang kaum muslimin menggunakan harta untuk memaksa seseorang masuk islam.
Jadi, ayat ini mengandung 2 perkara penting :
1.sesungguhnya islamnya seseorang memerlukan kesabaran, keridho’an dan usaha bukan paksaan
2.agar tidak menggunakan harta untuk memaksa keluarga atau orang lain untuk masuk islam. Ketidak bolehan ini diperkuat oleh apa yang diriwayatkan oleh beberapa shahabat tentang sababunnuzul ayat ini.

Seperti yang dikeluarkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : mereka –kaum muslimin- tidak pernah memberikan harta mereka keapda saudara mereka yang masih musyrik agar mereka mau beriman. lalu turunlah ayat ini. Dan di riwayat lain, juga dari Ibnu Abbas ia berkata : suatu kali beberapa kaum Anshor yang mereka memiliki keturunan dan sanak dari kalangan Bani Quraidhah dan Nadhir yang masih kafir, karena ingin agar mereka segera masuk islam, beberapa kaum anshor memberi mereka harta agar mau beriman lalu kemudian turunlah ayat ini.
Juga dari Ibnu Jarir melalui Sa’iid bin Jarir : mereka pernah memberi saudara mereka hartanya agar mereka mau beriman lalu turunlah ayat ini. Dan Imam Qurthubi juga pernah menyebutkan dari beberapa ahli tafsir bahwa suatu kali Asma’ binti Abu bakar ingin mengunjungi dan memberi kakeknya Abu Kohafah sesuatu tapi kemudian ia dilarang melakukannya karena ia masih kafir. Maka dari alur hadist ini dapat dipahami tentang ketidak-adaan dalil yang membolehkan infaq kepada orang kafir agar ia mau beriman atau memaksanya masuk islam.
Tetapi bukan berarti bahwa tidak bolehnya kita memaksa mereka masuk islam diartikan bahwa suatu saat jika syariah ditegakkan melalui Daulah Khilafah mereka tidak wajib taat pada hukum syara’. Justru ini wajib.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “tidak ada paksaan dalam islam”(TQS Al Baqarah : 356 )
Kemudian Allah Subhanahu wa ta’ala melanjutkan ayat setelah dengan infaq dan ayat ini menjelaskan hukum-hukum lain mengenai infaq. Dan Allah Subhanahu wa ta’ala telah menjelaskan di ayat sebelumnya bahwa infaq itu harus bersih dari unsur ingin dipuji dan tidak dilakukan karena pamer juga harta yang diinfaqkan bukan harta yang haram.
Dan diayat ini Allah menjelaskan bahwa barang siapa yang berinfaq maka kebaikan itu hanya untuknya dan dia diganjar oleh Allah didunia dan akhirat terutama jika ia berinfaq hanya mengharap ridho dari Allah.
Dan dijelaskan juga bahwa ayat laisa ‘alaika hudaahum (Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk) Khitab(seruan)nya memang kepada rosulullah akan tetapi ini juga untuk umatnya yaitu kaum muslimin. Dan maknanya, bukanlah kewajiban(taklif)mu memaksa mereka untuk masuk islam. Dan makna taklif berasal dari harf(kata) ‘alaika dan islam dari kata hudaa.
Walaakinna Allah yahdii man yasyaa’ bermakna Allah sajalah yang mampu memberikan hidayah kepada seluruh manusia. Tetapi mereka di beri pilihan beriman atau kufur. Allah berfirman :
(فَمِنْهُمْ مَنْ ءَامَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ)
Artinya : “maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir”.(TQS Al Baqarah : 253 )
Wa maa tunfiquu min khoirin falianfusikum ((Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri)) dan kata Maa dalam ayat tersebut adalah maa syartiyah(untuk syarat) dan Min dalam ayat ini adalah min tab’idhiyah yaitu min (pembagian) artinya tidak seluruh, tertentu, atau sebagian saja. Dan Khoirin disini diartikan Maalun(harta) karena khoirin jika digandengangkan dengan infaq maka khoirin ini berarti harta tetapi jika tidak dikaitkan dengan infaq maka ia juga berarti lain misalnya,
(فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ)
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”(TQS Az Zalzalah : 7)
falianfusikum (maka pahalanya itu untuk kamu sendiri) berarti pahala hanya diberikan kepada yang berinfaq saja bukan pada yang lain. Dan huruf fa diayat ini adalah harf disini adalah fa jawaban dari maa syartiyah.
Wa maa tunfiquu illa btighoo’a wajhillah bermakna bahwa infaq yang dikeluarkan itu semata untuk keridhaan Allah bukan karena niat lain.
Wa maa tunfiquu bermakna janganlah kamu berinfaq dan wawu disini adalah wawu lilhaal(menunjukkan keadaan) dan kalimatnya adalah keadaan itu. Dan ibtighoo’a disini kedudukannya sebagai maf’ul liajlih( predikat yang berfungsi sebagai tujuan).
Dan wajhillah disini artinya semata untuk Allah, disini menggunakan istilah wajh yang menunjukkan bahwa tujuan ini hanya untuk Allah. Dan ini berbeda jika anda melakukan sesuatu tujuannya tidak diberi tambahan kata wajh. Misalnya : saya melakukannya untuk zaid. Ini bermakna bisa saja saya melakukannya untuk selain zaid tapi jika dalam percakapan bahasa arab ditambah kata wajh maka, saya melakukannya murni hanya untuk zaid seorang.
Dan dengan demikian illabtighoo’a wajhillah secara keseluruhan berarti Ikhlas karena Allah.
Wa maa tunfiquu min khorin yuwaffa ilakum wa antum laa tudhzlamuun adalah penjelasan dari jumlah syartiyah (kalimat syarat) Wa maa tunfiquu min khoirin falianfusikum. Maknanya bahwa semua yang telah kalian infaqkan akan diberi pahala yang setimpal didunia dan akhirat tidak dikurangi sedikitpun karena Allah adalah Dzat yang menepati janji. Didunia rizkinya diberkahi, diakhirat diberi pahala yang besar.

“اللهم اجعل لمنفق خلفاً ولممسك تلفاً” (البخاري ومسلم)
” Ya Allah jadikanlah rizki orang suka berinfaq terus terganti dan orang yang kikir terlenyap” (Hr Bukhori dan muslim) atau seperti sabda rosulullah shallahu ‘alaihi wasallam.

Sumber : www.al Waie.org (bahasa arab) edisi bulan april-mei 2009
Diterjemahkan oleh Anas Irul
Kritik dan saran kirim ke diskusiarab@yahoo.co.id
Info terjemahan laininya kunjungi : www.diskusiarab.wordpress.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.